KreAsik – 13 Juli 2026 | Baru-baru ini, para ekonom memotong peluang resesi menjadi 25% dan meningkatkan proyeksi inflasi, sehingga meninggalkan sedikit ruang bagi Federal Reserve untuk mengurangi suku bunga tahun ini. Pertanyaan yang muncul sekarang adalah Economists See Lower Recession Risk: Will Fed Still Hike Interest Rates? Survei yang dilakukan oleh Wall Street Journal menunjukkan bahwa para ekonom telah mengubah pandangan mereka tentang resiko resesi dan inflasi.
Survei dan Proyeksi Ekonomi
Survei yang dilakukan dari tanggal 2 hingga 7 Juli terhadap 72 ekonom menunjukkan bahwa mereka telah memotong peluang resesi menjadi 25% dari sebelumnya 33%. Ini merupakan pembacaan terendah sejak awal tahun 2025. Selain itu, mereka juga memperbaiki pandangan tentang pasar kerja, dengan tingkat pengangguran di bulan Desember diperkirakan sebesar 4,3%. Para ekonom juga memperkirakan bahwa perekonomian akan tumbuh sebesar 2,1% tahun ini, meningkat dari perkiraan sebelumnya sebesar 2% pada bulan April.
Inflasi dan Suku Bunga
Meskipun demikian, inflasi tetap menjadi sorotan. Para ekonom memperkirakan bahwa harga konsumen akan naik sebesar 3,4% hingga Desember, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,2% pada bulan April. Core PCE, yang merupakan indikator yang paling dekat diawasi oleh Fed, diperkirakan sebesar 3,2%. Economists See Lower Recession Risk: Will Fed Still Hike Interest Rates? Pertanyaan ini masih menggantung di udara, terutama karena inflasi yang tetap tinggi.
Baca Juga:
Dampak terhadap Pasar dan Suku Bunga
Suku bunga memiliki pengaruh besar terhadap bagaimana investor memandang risiko. Suku bunga yang lebih rendah akan mengurangi pengembalian pada kas dan obligasi, sehingga mendorong uang untuk masuk ke dalam saham dan aset kripto. Namun, suku bunga yang lebih tinggi akan melakukan sebaliknya. Ketika aset yang aman membayar lebih, modal akan berputar keluar dari aset yang volatil terlebih dahulu. Bitcoin seringkali berada di bagian depan antrian ini.
Keputusan Fed dan Dampaknya
Menurut CME FedWatch, ada kemungkinan sebesar 34,2% bahwa Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan Juli, meningkat dari 18,2% seminggu sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Iran. Menit pertemuan Fed bulan Juni juga memperkuat perbedaan pendapat di antara para pejabat. Sembilan dari 18 kebijakan moneter memperkirakan akan ada satu kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun 2026. Beberapa di antaranya menunjukkan bahwa risiko inflasi terkait dengan pengeluaran pada kecerdasan buatan (AI).
Economists See Lower Recession Risk: Will Fed Still Hike Interest Rates? Pertanyaan ini masih menjadi perdebatan hangat. Dengan inflasi yang persisten, pengurangan suku bunga tampaknya tidak mungkin. Data yang lebih sejuk harus melakukan pekerjaan untuk menghidupkan kembali nafsu risiko. Economists See Lower Recession Risk: Will Fed Still Hike Interest Rates? Jawabannya masih menunggu keputusan Fed pada pertemuan berikutnya.
Secara keseluruhan, situasi ekonomi saat ini menunjukkan bahwa resiko resesi telah menurun, tetapi inflasi tetap menjadi ancaman. Fed harus membuat keputusan yang tepat untuk mengontrol inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi. Economists See Lower Recession Risk: Will Fed Still Hike Interest Rates? Pertanyaan ini akan terus menjadi topik perdebatan hingga keputusan Fed yang pasti.




