KreAsik – 13 Mei 2026 | Baru-baru ini, Komite Perbankan Senat Amerika Serikat merilis draf baru Undang-Undang CLARITY (Digital Asset Market Clarity Act of 2025) yang mencapai 309 halaman. Draf ini merupakan revisi dari versi sebelumnya yang dirilis pada Januari dengan 278 halaman. Perubahan ini dilakukan untuk memperjelas regulasi aset digital dan memberikan kepastian hukum bagi industri yang terus berkembang.
Undang-Undang CLARITY ini telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat pada Juli 2025 dengan dukungan bipartisan yang luas. Namun, prosesnya terhambat di Senat karena perdebatan tentang beberapa pasal, terutama mengenai pengaturan stablecoin dan yield yang mereka tawarkan. Pada awal bulan ini, Senator Thom Tillis dan Angela Alsobrooks mengumumkan kompromi bipartisan mengenai stablecoin, yang kemudian dimasukkan ke dalam draf baru ini.
Draf baru ini mempertahankan struktur sembilan judul dari versi sebelumnya, tetapi dengan penambahan 31 halaman. Perubahan penting termasuk kompromi Tillis-Alsobrooks yang memungkinkan penerbit stablecoin yang diatur untuk menawarkan bentuk-bentuk yield atau imbalan tertentu, tetapi dengan batasan dan pengawasan yang lebih ketat untuk mencegah stablecoin berfungsi seperti deposito bank atau sekuritas yang tidak diatur.
Baca Juga:
Beberapa perubahan kunci dalam draf Mei ini termasuk penambahan Bagian 404 yang mencakup kompromi Tillis-Alsobrooks, serta penambahan Bagian 109 yang menerapkan hukum perdagangan insider. Selain itu, draf baru ini juga memasukkan Bagian 702 Insolvency Safe Harbor, yang memungkinkan kontraktor untuk menutup posisi komoditas digital dan mengakses jaminan di luar proses kebangkrutan standar.
Meskipun draf baru ini membawa beberapa kemajuan, masih ada persoalan yang belum terselesaikan, terutama terkait dengan etika dan pengaturan untuk mencegah pejabat pemerintah senior dari mendapatkan keuntungan finansial dari cryptocurrency. Senator Elizabeth Warren menekankan bahwa pengamanan etika yang akan mencegah pejabat pemerintah dari memanfaatkan industri cryptocurrency secara finansial tetap menjadi prioritas.
Proses legislatif Undang-Undang CLARITY ini terus berlangsung, dengan komite anggota Senat memiliki waktu sampai besok untuk mengajukan amendemen sebelum sidang eksekutif pada Kamis. Draf baru ini membawa harapan untuk memberikan kejelasan dan kepastian hukum yang lebih baik bagi industri aset digital, namun masih perlu perjuangan untuk mencapai kesepakatan akhir.
Dalam beberapa hari mendatang, kita dapat mengharapkan diskusi yang lebih intensif tentang draf ini dan perubahan yang diusulkan. Industri aset digital dengan sabar menunggu hasil dari proses ini, karena regulasi yang jelas dan adil akan sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan industri ini di masa depan.




