KreAsik – 28 Mei 2026 | Bybit, salah satu bursa kripto terkemuka, baru-baru ini mengeluarkan peringatan kepada pelanggannya tentang risiko yang terkait dengan HTX. Peringatan ini datang setelah Inggris memberikan sanksi kepada Huobi Global S.A., operator HTX. Bybit meminta pelanggannya untuk menghindari menggunakan dompet yang terkait dengan HTX saat melakukan deposit atau penarikan, serta memastikan semua aktivitas akun mereka mematuhi peraturan lokal dan kebijakan platform.
Langkah ini menandai salah satu gerakan publik pertama oleh bursa kripto tingkat atas untuk memisahkan diri dari aliran HTX. Bybit memperingatkan bahwa transfer yang terkait dengan HTX mungkin akan menghadapi pemeriksaan anti-pencucian uang (AML), kepatuhan, atau kontrol risiko yang lebih ketat.
Sementara itu, HTX berusaha untuk memisahkan diri dari entitas yang disanksi dan platform konsumennya. Bursa kripto tersebut menyatakan bahwa Huobi Global S.A. adalah entitas yang terpisah dari platform HTX online.
Baca Juga:
Ahli juga memperingatkan tentang risiko pembekuan USDT yang mungkin terjadi sebagai akibat dari sanksi ini. Vitaly Gorbenko, CEO CoinKit, mengatakan bahwa langkah ini dapat membentuk preseden global dan memunculkan risiko bahwa penerbit stablecoin dapat membekukan aset.
Data dari Arkham menunjukkan bahwa HTX memiliki lebih dari $74 juta dalam USDT, yang merupakan salah satu aset teratas mereka berdasarkan metrik nilai portofolio.
Karena itu, perhatian kini beralih ke apakah Tether atau Circle akan mengambil tindakan selanjutnya. Peringatan Bybit ini sejalan dengan upaya regulasi bursa kripto ini untuk meningkatkan ketahanan dan kepatuhan terhadap peraturan yang semakin ketat.
Dalam beberapa bulan terakhir, Bybit telah melakukan upaya untuk meningkatkan kepatuhan dan transparansi, termasuk memperoleh persetujuan prinsip dari otoritas di UAE.
Meskipun HTX berusaha untuk meminimalkan dampak sanksi, ahli tetap memperingatkan tentang risiko yang terkait dengan pembekuan aset dan kontrol yang lebih ketat terhadap transaksi kripto.
Hal ini menunjukkan bahwa industri kripto terus menghadapi tekanan regulasi yang meningkat, dan bursa kripto harus siap untuk beradaptasi dan meningkatkan kepatuhan mereka untuk meminimalkan risiko.
Kesimpulan dari peristiwa ini adalah bahwa Bybit dan bursa kripto lainnya perlu terus meningkatkan kepatuhan dan transparansi untuk menghadapi regulasi yang semakin ketat. Selain itu, ahli memperingatkan tentang risiko pembekuan aset yang mungkin terjadi sebagai akibat dari sanksi ini, sehingga penting bagi pelanggan untuk memahami risiko yang terkait dengan transaksi kripto.




