BlackRock Lepas Bitcoin & Ethereum, Pasar Bergejolak

Ines Feree

November 6, 2025

2
Min Read

Kreasik — Raksasa manajemen aset global, BlackRock, dilaporkan telah melepas kepemilikan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) senilai lebih dari US$379 juta atau setara dengan Rp5,9 triliun hanya dalam kurun waktu dua hari. Aksi jual ini semakin memperburuk tekanan jual di pasar kripto yang tengah bergejolak.

Data on-chain menunjukkan bahwa antara tanggal 3 dan 4 November, BlackRock melakukan likuidasi sekitar US$186,5 juta dari ETF Bitcoin dan US$192,8 juta dari ETF Ethereum yang dikelolanya. Langkah ini memicu kekhawatiran di kalangan investor.

BlackRock Lepas Bitcoin & Ethereum, Pasar Bergejolak
Gambar Istimewa : cryptoharian.com

Penjualan besar-besaran ini terjadi di tengah sentimen pasar yang memburuk, terutama setelah harga aset kripto utama seperti BTC dan ETH menembus level support krusial. Dalam sebulan terakhir, pasar kripto mencatat arus keluar dana (outflow) lebih dari US$1 triliun.

Kondisi ini diperparah oleh ketidakpastian kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) yang membuat investor cenderung menghindari aset berisiko. Banyak pelaku pasar memilih untuk mengamankan keuntungan setelah reli harga sepanjang tahun, sehingga memicu likuidasi posisi leverage dan memperbesar volatilitas pasar.

Bitcoin kini kembali diperdagangkan di bawah level psikologis US$100.000, sementara Ethereum juga mengalami koreksi dari level tertinggi sebelumnya. Saat berita ini ditulis, BTC diperdagangkan di level US$103.079 (turun lebih dari 3% dalam 24 jam terakhir) dan ETH di US$3.350 (turun 6%).

Analis memperingatkan bahwa tanpa katalis positif baru, aset kripto seperti BTC dan ETH yang sangat bergantung pada momentum dapat terus berada di bawah tekanan dalam jangka pendek. Sentimen pasar yang rapuh membutuhkan dorongan signifikan untuk membalikkan tren negatif.

Mata investor kini tertuju pada pergerakan dana institusional pada tanggal 5 November. Potensi aliran dana baru ke ETF kripto dapat memberikan dorongan untuk memulihkan level resistance penting dan menghidupkan kembali sentimen bullish di pasar.

Sebelumnya, Kreasik.id melaporkan bahwa BlackRock bukanlah satu-satunya faktor penyebab penurunan pasar kripto dalam beberapa hari terakhir. Pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, yang mengindikasikan bahwa pemangkasan suku bunga di bulan Desember belum pasti, turut memicu kekhawatiran. Selain itu, penguatan mata uang Dolar AS, termasuk terhadap Yen Jepang, juga meningkatkan keengganan investor terhadap aset berisiko.

Tinggalkan komentar

Related Post