Bitcoin: Zona Support Krusial di US$93 Ribu

Ines Feree

Juni 29, 2025

2
Min Read
Bitcoin: Zona Support Krusial di US$93 Ribu

Kreasik — Analisis terbaru dari Glassnode menunjukkan bahwa struktur bull market Bitcoin (BTC) masih kokoh, asalkan harga aset kripto utama ini mampu bertahan di atas zona support krusial antara US$93.000 hingga US$100.000. Level harga ini menjadi penting karena mencerminkan area di mana banyak investor melakukan akumulasi Bitcoin, berdasarkan metrik Coast Basis Distribution (CBD).

Zona harga dengan konsentrasi pasokan yang tinggi cenderung bertindak sebagai support atau resistensi alami. Jika Bitcoin gagal mempertahankan posisinya di atas US$93.000, koreksi harga yang lebih dalam berpotensi terjadi, karena investor yang membeli di kisaran tersebut mungkin akan menjual aset mereka untuk membatasi kerugian.

Bitcoin: Zona Support Krusial di US Ribu
Gambar Istimewa : cryptoharian.com

Meskipun Bitcoin sempat mencetak rekor harga tertinggi baru pada bulan Mei, kenaikan tersebut tidak didukung oleh lonjakan volume perdagangan spot. Volume perdagangan justru lebih rendah dibandingkan dengan fase awal bull run tahun ini, mengindikasikan kurangnya antusiasme dari investor baru atau aliran modal yang signifikan.

Saat ini, Glassnode mengamati penurunan profitabilitas jaringan dan aktivitas on-chain. Pasar tampak memasuki fase konsolidasi dengan volatilitas yang menyusut dan partisipasi investor yang melemah. Kondisi ini menunjukkan bahwa Bitcoin sedang mencerna kenaikan harga sebelumnya dan menunggu katalis baru untuk memicu pergerakan besar selanjutnya.

Tanpa peningkatan signifikan dalam profitabilitas dan aktivitas jaringan, peluang untuk menembus rekor harga baru tetap terbatas. Namun, selama Bitcoin mampu bertahan di atas zona US$93.000 hingga US$100.000, potensi bull market masih terbuka lebar.

Menurut data dari Coingecko, Bitcoin saat ini diperdagangkan di sekitar US$107.000 setelah mengalami reli signifikan di awal pekan. Kenaikan ini terjadi setelah pengumuman gencatan senjata antara Israel dan Iran, yang meredakan ketegangan geopolitik dan memicu kembalinya selera risiko di pasar global. Aksi beli mendorong BTC kembali menembus level US$105.000 dan ditutup pada US$105.442.

Meskipun reli saat ini mengalami jeda, banyak analis percaya bahwa Bitcoin berada di ambang breakout bullish berikutnya. Salah satu faktor pendukung utama adalah pelemahan Indeks Dolar Amerika (DXY), yang telah turun 12 persen sepanjang tahun ini. Morgan Stanley memperkirakan penurunan ini akan berlanjut hingga 9 persen lagi.

Disclaimer: Artikel ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran investasi atau perdagangan. Investasi dalam mata uang kripto memiliki risiko tinggi. Selalu lakukan riset sendiri sebelum membuat keputusan investasi. Kreasik.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang mungkin timbul.

Tinggalkan komentar

Related Post