Kreasik — Setelah gagal mempertahankan level dukungan US$ 115.000, Bitcoin (BTC) kini memasuki fase koreksi, menurut analisis teknikal Master Ananda. Aset kripto utama ini telah mengalami penurunan hampir 10% dari puncak pertengahan Juli dan menguji zona dukungan krusial di dekat level tertinggi sebelumnya.
Analis Ananda, dalam publikasinya di TradingView (2/8), menekankan bahwa koreksi ini bukan berarti akhir dari tren naik jangka panjang. Ia melihat pola saat ini sebagai bagian dari siklus kenaikan yang sehat, di mana fase kenaikan diikuti oleh konsolidasi.

"Koreksi seperti ini justru menjadi landasan untuk lonjakan berikutnya, asalkan level dukungan utama tetap terjaga," ujar Ananda, dikutip dari finbold.com.
Zona US$ 110.000 hingga US$ 100.000 dianggap sebagai dukungan teknikal dan psikologis. Koreksi lebih dalam akan menguji level Fibonacci retracement 0,382 di sekitar US$ 106.000 dan 0,5 di US$ 102.000. Tren naik jangka panjang masih valid selama Bitcoin tidak menutup candle mingguan atau bulanan di bawah US$ 100.000. Pola historis menunjukkan fase ini biasanya diikuti konsolidasi mendatar sebelum tren naik berlanjut.
Penurunan harga Bitcoin terjadi bersamaan dengan melemahnya pasar saham, dipicu data ketenagakerjaan AS Juli yang mengecewakan dan kekhawatiran tarif dagang baru. Kondisi makro ini mendorong investor mengambil posisi defensif.
Analis kripto Ali Martinez melihat dukungan kuat di US$ 107.160, berdasarkan data akumulasi Glassnode. Lebih dari 11.000 BTC telah dibeli di level ini, menjadikannya zona beli terbesar di bawah harga saat ini.
"US$ 107.160 adalah fondasi penting. Resisten mulai terbentuk di US$ 117.400, tempat 88.000 BTC telah didorong sebelumnya," tulis Martinez di platform X.
Saat berita ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di US$ 113.651, naik tipis di bawah 0,1% dalam 24 jam terakhir. Namun, dalam skala mingguan, BTC masih turun lebih dari 4%. Untuk menghindari pelemahan lebih lanjut, Bitcoin perlu bertahan di atas dukungan US$ 110.000. Jika level ini ditembus, tekanan jual bisa meningkat dan membuka jalan bagi penurunan lebih dalam menuju area US$ 106.000 atau bahkan US$ 102.000.
Tinggalkan komentar