Bitcoin Terancam Koreksi, Target Harga Baru Terungkap

Ines Feree

Desember 2, 2025

2
Min Read

Kreasik — Pasar mata uang kripto, khususnya Bitcoin (BTC), tengah menghadapi tekanan jual yang signifikan. Setelah gagal mempertahankan posisinya di atas level US$90.000, analis pasar memperingatkan potensi penurunan harga lebih lanjut.

Analis kripto terkemuka, CyrilXBT, menyoroti bahwa Bitcoin menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Upaya untuk menembus level US$90.000 selalu berujung pada penolakan, mengindikasikan momentum penurunan yang lebih kuat.

 Bitcoin Terancam Koreksi, Target Harga Baru Terungkap
Gambar Istimewa : s.w.org

"Bitcoin terlihat lelah. Kita terus dipukul mundur di US$ 90.000, dan kecuali bull bergerak cepat, tren saat ini masih cenderung turun," ujar CyrilXBT melalui akun media sosial X pribadinya.

Menurutnya, zona US$90.000 – US$92.000 merupakan batas krusial untuk menentukan arah pasar. Kegagalan bertahan di area tersebut membuka peluang bagi koreksi yang lebih dalam.

CyrilXBT memprediksi, jika Bitcoin kehilangan area US$86.000 – US$87.000, harga berpotensi meluncur ke kisaran US$80.000 – US$82.000. Bahkan, jika tekanan jual semakin intensif, zona permintaan berikutnya berada di antara US$76.000 hingga US$80.000.

Meski demikian, skenario bullish masih mungkin terjadi. CyrilXBT menekankan bahwa Bitcoin dapat kembali mengincar level US$100.000 jika berhasil merebut dan bertahan di atas US$92.000.

"Hanya reclaim kuat di atas US$ 92.000 yang menempatkan US$ 100.000 kembali ke atas meja," tegasnya.

Saat ini, pelaku pasar tengah menanti respons selanjutnya, apakah pembeli mampu mempertahankan struktur jangka pendek atau justru menyerah pada fase koreksi yang lebih dalam.

Berdasarkan data terkini dari CoinGecko, pada Selasa (2/12/2025) pagi, harga Bitcoin berada di sekitar US$86.311, mencerminkan penurunan sebesar 2,2 persen dalam 24 jam terakhir.

Tinggalkan komentar

Related Post