Bitcoin $122 Ribu Reli Tak Terbendung ATH di Depan Mata

Ines Feree

Oktober 4, 2025

3
Min Read

Kreasik — Pasar kripto global kembali bergejolak seiring Bitcoin (BTC) yang menunjukkan dominasinya dengan lonjakan harga signifikan, menembus level $122.041,28. Aset digital terbesar di dunia ini tidak hanya mencatatkan kenaikan +1,34% dalam 24 jam terakhir, tetapi juga melonjak hampir 13% selama 90 hari terakhir, memperkuat sinyal tren bullish yang kian solid menjelang kuartal akhir 2025. Dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,43 triliun USD dan volume perdagangan harian $83,19 miliar USD, Bitcoin kembali mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar, menguasai hampir separuh total kapitalisasi aset digital global.

Lonjakan harga Bitcoin saat ini tak lepas dari gelombang optimisme di pasar global dan peningkatan minat investor institusional. Arus masuk positif yang berkelanjutan ke dalam ETF Bitcoin spot menjadi pemicu utama. Data perdagangan dari bursa-bursa besar seperti Coinbase dan Binance menunjukkan adanya akumulasi signifikan oleh pemain besar, mengindikasikan kepercayaan tinggi terhadap aset ini. Selain itu, ketidakpastian geopolitik dan makroekonomi global juga mendorong investor untuk kembali melirik Bitcoin sebagai "aset lindung nilai digital" yang kebal inflasi.

Bitcoin $122 Ribu Reli Tak Terbendung ATH di Depan Mata
Gambar Istimewa : news.tokocrypto.com

Secara teknikal, pergerakan harga Bitcoin membentuk pola ascending channel, menandakan konsolidasi yang kuat menuju potensi breakout. Dengan harga yang kini hanya berjarak kurang dari $2.500 dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) sebelumnya, tekanan beli terus meningkat. Indikator Moving Average (MA50 dan MA200) mengonfirmasi tren jangka menengah dan panjang yang tetap bullish. Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) yang berada di kisaran 65-70 menunjukkan momentum yang kuat, namun masih memiliki ruang untuk reli lanjutan sebelum mencapai kondisi overbought.

Analisis data on-chain mengungkap faktor krusial lainnya: pasokan Bitcoin di bursa sentral (CEX) terus menipis, mencapai level terendah dalam lima tahun terakhir. Fenomena ini mengindikasikan bahwa semakin banyak investor memilih untuk menyimpan aset mereka di dompet pribadi, sebuah sinyal klasik penurunan tekanan jual dan potensi kenaikan harga. Aktivitas ‘whale’ atau pemegang Bitcoin besar juga terpantau meningkat dalam dua minggu terakhir, dengan pembelian signifikan dilakukan saat harga masih di kisaran $118.000-$120.000.

Melihat analisis teknikal, level $119.000 dan $115.500 menjadi support krusial yang menahan tekanan jual. Sementara itu, level $124.000 menjadi resistance pertama yang harus ditembus, sangat dekat dengan rekor tertinggi sebelumnya. Jika Bitcoin berhasil menembus ATH dengan volume perdagangan yang besar, target selanjutnya yang realistis adalah $130.000 hingga $135.000 dalam beberapa minggu mendatang. Proyeksi jangka panjang dari berbagai lembaga riset kripto dan Bloomberg Intelligence juga mengindikasikan tren positif, dengan target harga mencapai $150.000-$200.000 pada akhir 2025 dan bahkan $250.000 pada 2026.

Kenaikan harga Bitcoin hingga menyentuh $122.000 ini menandai momentum bersejarah bagi pasar kripto global. Dengan dukungan teknikal yang solid, arus modal institusional yang terus mengalir, serta penurunan pasokan di bursa, semua indikator menunjuk pada satu arah: BTC tengah bersiap mencetak rekor tertinggi baru. Jika tren ini berlanjut, Bitcoin tidak hanya akan melampaui batas psikologis $125.000, tetapi juga berpotensi membuka babak baru reli besar yang dapat mengguncang seluruh lanskap aset digital.

Untuk informasi dan analisis terkini seputar pasar kripto, ikuti Kreasik.id di Google News.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Segala keputusan investasi adalah tanggung jawab Anda sepenuhnya. Konten ini bersifat informatif dan bukan ajakan untuk menjual atau membeli.

Tinggalkan komentar

Related Post