Bank dan Fintech Bersaing Akses The Fed

Ines Feree

Februari 11, 2026

3
Min Read

Kreasik — Kelompok perbankan terbesar di Amerika Serikat secara resmi menolak konsep "skinny master accounts" pada awal Februari 2026, sebuah usulan yang menawarkan akses terbatas bagi perusahaan non-bank ke sistem pembayaran Federal Reserve (The Fed). Penolakan ini menandai babak baru dalam perdebatan sengit mengenai masa depan inovasi pembayaran: apakah harus tetap melalui bank sebagai perantara, ataukah entitas non-bank dapat terhubung langsung ke infrastruktur bank sentral.

Konsep "skinny master account" pertama kali digulirkan pada akhir 2025 oleh Gubernur The Fed Christopher Waller. Tujuannya adalah memodernisasi jalur pembayaran tanpa memberikan hak istimewa penuh layaknya bank kepada perusahaan teknologi finansial (fintech) dan kripto. Dalam rancangan tersebut, entitas non-bank tertentu akan memperoleh akses ke FedNow dan FedWire, namun tidak ke FedACH, jaringan pembayaran paling luas di Amerika.

Bank dan Fintech Bersaing Akses The Fed
Gambar Istimewa : cryptoharian.com

Batasan yang diterapkan sangat ketat. Akun ini tidak akan mendapatkan bunga atas cadangan, tidak memiliki akses pinjaman darurat, dan dibatasi oleh plafon saldo yang tegas, misalnya maksimum US$ 550 juta per hari atau 10 persen dari total aset. Skema ini secara spesifik menyasar penerbit stablecoin, pemroses pembayaran, serta perusahaan keuangan berbasis kripto yang berambisi terintegrasi lebih dekat dengan sistem pembayaran inti.

Namun, industri perbankan segera melancarkan penolakan keras. Pada 9 Februari 2026, sejumlah asosiasi perbankan paling berpengaruh, termasuk Bank Policy Institute, The Clearing House Association, American Bankers Association, dan Financial Services Forum, mengirimkan surat komentar bersama yang mendesak The Fed untuk memperketat usulan tersebut. Esensi keberatan mereka melampaui aspek teknis, menyentuh isu krusial terkait standar pengawasan dan potensi risiko sistemik.

Para bank berargumen bahwa banyak perusahaan fintech dan kripto belum berada di bawah pengawasan federal yang konsisten. Oleh karena itu, mereka tidak seharusnya diberikan akses ke infrastruktur kritikal tanpa rekam jejak operasi yang terbukti aman dan sehat. Mereka juga mendorong adanya masa tunggu minimal 12 bulan sebelum perusahaan yang baru mendapat lisensi diizinkan mengajukan akses, dengan alasan bahwa akses terlalu cepat dapat mengganggu stabilitas dan dinamika persaingan di ekosistem pembayaran.

Di balik narasi kehati-hatian, perselisihan ini sesungguhnya mencerminkan perebutan kendali atas "jalur pembayaran" yang vital. Secara historis, bank memegang monopoli akses langsung ke sistem pembayaran The Fed, menjadikan mereka gerbang utama bagi inovator fintech, termasuk penerbit stablecoin yang selama ini harus menggandeng bank mitra. Jika entitas non-bank diberi akses, meskipun terbatas, dominasi bank sebagai perantara dapat terkikis, dan lanskap persaingan dalam ekosistem pembayaran berpotensi mengalami pergeseran signifikan.

Dari sisi fintech dan kripto, dukungan terhadap ide ini cukup luas, meskipun mereka menilai usulan tersebut masih terlalu sempit untuk secara fundamental mengatasi permasalahan yang ada. Banyak pelaku industri mengeluhkan ketergantungan pada segelintir bank mitra yang berfungsi sebagai "penjaga gerbang utama" layanan pembayaran. Sejumlah perusahaan terkemuka seperti Circle dan Anchorage Digital mendorong akses ke FedACH serta kemampuan untuk memperoleh bunga atas cadangan. Sementara itu, perusahaan pembayaran global seperti Stripe melihat akun ini sebagai jembatan potensial antara sistem tradisional dan pembayaran digital-native.

Dinamika tarik-menarik ini juga berlabuh dalam konteks politik dan kerangka hukum yang semakin relevan. Pada Oktober 2025, Pengadilan Banding Sirkuit ke-10 memperkuat kewenangan The Fed untuk menolak permohonan master account. The Fed sendiri sempat mengubah pendekatan pengawasan pada 2025 dengan menarik kembali panduan supervisi spesifik untuk kripto dan menggeser pemeriksaan ke proses standar.

Tinggalkan komentar

Related Post