Altcoin Tahan Banting Kala Bitcoin Terpuruk

Ines Feree

November 19, 2025

3
Min Read

Kreasik — Ketika Bitcoin (BTC) menembus level US$90.000 untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan terakhir, kekhawatiran akan kepanikan pasar kripto kembali mencuat. Biasanya, altcoin menjadi korban utama dalam situasi seperti ini, mengalami penurunan lebih tajam dari Bitcoin.

Namun, kali ini berbeda. Alih-alih ambruk, altcoin justru menunjukkan ketahanan. Sebagian bahkan bergerak lebih kuat dari Bitcoin. Analis kripto Bull Theory di platform X mengindikasikan bahwa fenomena ini bukanlah kebetulan, melainkan sinyal bahwa pasar mungkin lebih dekat ke titik terendah (bottom) dari yang diperkirakan.

 Altcoin Tahan Banting Kala Bitcoin Terpuruk
Gambar Istimewa : s.w.org

Bull Theory menjelaskan bahwa penurunan Bitcoin kali ini bukan sekadar aksi jual biasa, melainkan penjualan terstruktur oleh institusi. Hal ini ditandai dengan order jual besar yang menekan harga, diikuti oleh panic selling dari trader ritel yang panik melihat portofolio mereka memerah.

Menariknya, meskipun panic selling memperparah penurunan Bitcoin, altcoin relatif stabil. Menurut Bull Theory, ini mengindikasikan bahwa altcoin telah mencapai fase seller exhaustion, atau kelelahan penjual, jauh sebelum Bitcoin mengalami penurunan tajam.

Akibatnya, ketika Bitcoin anjlok, tekanan jual pada altcoin sudah mereda. Hal ini membuat sell-off Bitcoin tampak terisolasi, berbeda dengan crash besar sebelumnya yang biasanya menyeret seluruh pasar.

Secara historis, ketika Bitcoin jatuh, dominasinya cenderung meningkat karena investor mencari perlindungan di aset kripto utama ini. Namun, kali ini yang terjadi justru sebaliknya. Dominasi Bitcoin menurun saat harganya merosot. Bull Theory berpendapat bahwa ini menandakan modal tidak lari ke Bitcoin atau keluar dari altcoin, melainkan hanya keluar dari Bitcoin itu sendiri. Fenomena ini jarang terjadi dan sering muncul menjelang market bottom.

Performa ETH/BTC, yang sering menjadi indikator kekuatan altcoin, juga menunjukkan sinyal positif. Meskipun sempat kehilangan EMA 50W, ETH dengan cepat mencoba merebutnya kembali, menunjukkan pemulihan yang lebih cepat dibandingkan Bitcoin.

Ketika ETH mampu menahan tekanan lebih baik dari Bitcoin, altcoin biasanya mengikuti dengan menunjukkan kekuatan. Menurut Bull Theory, sebagian besar chart ALT/BTC telah kembali ke level sebelum crash 10 Oktober, bahkan beberapa sudah lebih tinggi. Ini mengindikasikan bahwa altcoin secara performa telah mengungguli Bitcoin dan pasar altcoin telah melewati fase kapitulasi.

Analis tersebut menyimpulkan bahwa kombinasi kondisi saat ini, yaitu Bitcoin dumping, dominasi Bitcoin jatuh, dan pergerakan altcoin terhadap Bitcoin naik, hampir selalu hadir di akhir koreksi besar. Ini mengindikasikan bahwa altcoin mungkin telah mencapai dasar, tekanan jual tersisa hanya di Bitcoin, dan pasar sedang memasuki fase akhir koreksi, bukan awal.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi atau trading. Investasi kripto memiliki risiko tinggi, lakukan riset sebelum berinvestasi. Kreasik.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.

Tinggalkan komentar

Related Post