Sektor Keuangan Nasional Kokoh Hadapi Tantangan Global

Riya Sharma

Januari 28, 2026

3
Min Read

Kreasik — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa sektor jasa keuangan Indonesia berhasil mempertahankan stabilitasnya hingga akhir tahun 2025, meskipun dihadapkan pada ketidakpastian geopolitik global dan peningkatan tensi perdagangan internasional. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta pada Selasa, 27 Januari 2026.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menjelaskan bahwa resiliensi ini tercermin dari berbagai indikator kunci. Salah satunya adalah pertumbuhan kredit perbankan yang signifikan, mencapai 9,6 persen secara tahunan (yoy), dengan total penyaluran mencapai Rp8.585 triliun. "Peningkatan ini utamanya didorong oleh akselerasi kredit investasi yang tumbuh tinggi 20,81 persen, diikuti oleh kredit konsumsi sebesar 26,58 persen. Sementara itu, kredit modal kerja juga menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 4,52 persen," papar Mahendra.

Sektor Keuangan Nasional Kokoh Hadapi Tantangan Global
Gambar Istimewa : haluanindonesia.co.id

Kualitas aset perbankan juga tetap terjaga dengan baik. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) tercatat pada level gross 2,05 persen dan net 0,79 persen. Demikian pula, rasio Loan at Risk (LAR) relatif stabil di angka 8,72 persen yoy, menunjukkan manajemen risiko yang efektif.

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan mencatat pertumbuhan impresif sebesar 13,83 persen secara tahunan, mencapai Rp10.059 triliun. Komponen DPK ini didominasi oleh giro yang tumbuh 19,13 persen, diikuti tabungan sebesar 8,19 persen, dan deposito 14,28 persen.

Kinerja Pasar Modal dan Penghimpunan Dana Publik yang Solid

Tak hanya perbankan, pasar saham domestik juga menunjukkan performa yang menggembirakan sepanjang triwulan IV 2025. Kinerja positif ini sejalan dengan terjaganya fundamental perekonomian nasional dan membaiknya sentimen investor global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan 30 Desember 2025 pada level 8.646,94. Angka ini merepresentasikan penguatan sebesar 7,27 persen secara kuartalan dan lonjakan 22,13 persen dalam setahun penuh.

Mahendra menambahkan, "Perkembangan positif IHSG ini ditopang oleh peningkatan signifikan pada rata-rata nilai transaksi harian saham, serta aksi beli bersih (net buy) oleh investor non-residen di pasar saham yang mencapai Rp37,4 triliun."

Sepanjang tahun 2025, aktivitas penghimpunan dana melalui penawaran umum di pasar modal domestik juga menunjukkan vitalitas. Total nilai penawaran umum mencapai Rp274,8 triliun, melampaui capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp259,24 triliun.

Sektor Asuransi, Dana Pensiun, dan Pembiayaan Tetap Tangguh

Sektor industri keuangan non-bank juga tidak ketinggalan dalam menunjukkan ketangguhannya. Industri asuransi mencatatkan total aset sebesar Rp1.201,96 triliun per Desember 2025, tumbuh 6,01 persen.

Sementara itu, industri dana pensiun juga mengalami pertumbuhan aset yang substansial. Total aset dana pensiun per Desember 2025 mencapai Rp1.679,46 triliun, melonjak 11,35 persen. Di dalamnya, aset dana pensiun program sukarela berkontribusi sebesar Rp411,29 triliun, dengan pertumbuhan 7,52 persen.

Perusahaan pembiayaan juga menunjukkan kinerja yang stabil. Piutang pembiayaan tercatat sebesar Rp506,5 triliun pada Desember 2025, tumbuh 0,61 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini terutama didukung oleh pembiayaan modal kerja yang melonjak 10,06 persen. Profil risiko perusahaan pembiayaan juga terkendali, dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 2,51 persen dan net 0,77 persen. Rasio gearing perusahaan pembiayaan masih berada pada level yang sangat memadai, yakni 2,18 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali.

Data-data ini menegaskan optimisme OJK terhadap prospek sektor jasa keuangan nasional yang tetap solid dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global, demikian dilaporkan oleh Kreasik.id.

Tinggalkan komentar

Related Post