Kreasik — Di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menggembirakan, IFG Life menekankan pentingnya kesadaran generasi muda terhadap perencanaan asuransi sejak dini. Meskipun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen pada kuartal II 2025, Direktur Bisnis Individu IFG Life, Fabiola Noralita, melihat adanya kesenjangan antara pertumbuhan ekonomi dan ketahanan finansial generasi muda.
Fabiola menyoroti bahwa tingkat literasi asuransi nasional yang mencapai 76,25 persen (SNLIK 2024) belum sejalan dengan penetrasi asuransi yang masih rendah, yaitu 2,72 persen (OJK, 2025). Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat, khususnya generasi muda, cenderung melihat asuransi sebagai respons terhadap risiko yang sudah terjadi, bukan sebagai bagian integral dari perencanaan hidup.

"Proteksi bukan hanya sekadar produk keuangan, tetapi instrumen untuk memberikan ketenangan hati," ujar Fabiola. Ia menambahkan bahwa persiapan asuransi sejak usia muda memiliki dampak signifikan, tidak hanya dalam menjaga aset pribadi tetapi juga keberlanjutan ekonomi keluarga.
IFG Life mengidentifikasi lima fase kehidupan yang memerlukan perlindungan asuransi yang berbeda, yaitu masa lajang, awal karier, pernikahan, memiliki anak, dan usia lanjut. Setiap fase memiliki kebutuhan dan risiko finansial yang unik, sehingga perlindungan asuransi harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Untuk fase awal karier, IFG Life menawarkan produk seperti IFG LifeCHOICE yang memberikan perlindungan terhadap penyakit kritis dengan manfaat pengembalian premi jika tidak ada klaim. Bagi mereka yang masih lajang dan aktif secara fisik, IFG LifeSAVER menawarkan premi mulai dari Rp49 ribu per bulan untuk melindungi dari risiko aktivitas sehari-hari.
Ketika memasuki fase berkeluarga dan memiliki anak, fokus beralih ke perlindungan jiwa dan pendidikan melalui IFG LifeCOVER, yang dirancang untuk melindungi keluarga jika terjadi hal-hal yang tidak terduga.
Di sisi lain, risiko kesehatan meningkat seiring bertambahnya usia. Data OJK menunjukkan bahwa inflasi medis di Indonesia mencapai 10,1 persen pada tahun 2024 dan diperkirakan akan meningkat menjadi 13,6 persen pada tahun 2025, hampir dua kali lipat dari rata-rata global.
"Jika seseorang tidak menyiapkan proteksi sejak muda atau selama masa produktif, biaya medis ini dapat menjadi beban berat bagi keluarga," pungkas Fabiola. Dengan demikian, IFG Life mengajak generasi muda untuk mulai merencanakan asuransi sejak dini sebagai investasi untuk masa depan yang lebih aman dan terjamin.
Tinggalkan komentar