Efisiensi Korporasi Tekan Belanja Asuransi

Riya Sharma

September 3, 2025

2
Min Read
Efisiensi Korporasi Tekan Belanja Asuransi

Kreasik — Industri asuransi umum di Indonesia tengah menghadapi tantangan baru akibat langkah efisiensi yang diterapkan oleh korporasi, baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun perusahaan swasta. Pemangkasan anggaran asuransi ini dilaporkan mencapai angka signifikan, hingga 30 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Budi Herawan, Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), mengungkapkan bahwa strategi efisiensi ini merupakan respons korporasi terhadap ketidakpastian ekonomi global dan domestik. "BUMN dan swasta sama-sama melakukan efisiensi, salah satunya melalui pos belanja asuransi. Pemangkasan bisa mencapai 20 hingga 30 persen, tergantung pada sektor industri dan kondisi bisnis masing-masing perusahaan," jelasnya kepada Kreasik.id usai konferensi pers di Jakarta, Senin (1/9/2025).

Efisiensi Korporasi Tekan Belanja Asuransi
Gambar Istimewa : imgv2-1-f.scribdassets.com

Menurut Budi, meskipun terjadi pemangkasan, perusahaan-perusahaan tersebut tetap menyadari pentingnya perlindungan terhadap aset dan kelangsungan operasional mereka. Perubahan yang terjadi lebih kepada penyesuaian ruang lingkup pertanggungan. "Mereka tetap membutuhkan asuransi, hanya saja ruang lingkupnya dipersempit. Nilai pertanggungan dapat disesuaikan, atau cakupan risiko dikurangi agar premi menjadi lebih terjangkau," tambahnya.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan asuransi. Di satu sisi, permintaan akan proteksi dari sektor korporasi tetap tinggi. Namun, di sisi lain, perusahaan asuransi harus berjuang menghadapi tekanan penurunan premi. AAUI memprediksi tren efisiensi belanja asuransi ini akan terus berlanjut setidaknya hingga kondisi ekonomi menunjukkan tanda-tanda stabil.

Menghadapi situasi ini, perusahaan asuransi dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan produk dan meningkatkan kualitas layanan. Tujuannya adalah agar tetap menjadi pilihan utama bagi korporasi, baik BUMN maupun swasta, dalam memenuhi kebutuhan perlindungan risiko mereka.

Tinggalkan komentar

Related Post