Adira Finance Mitigasi Kenaikan NPF Pasca Lebaran

Riya Sharma

Februari 11, 2026

2
Min Read

Kreasik — Industri pembiayaan nasional kerap dihadapkan pada dinamika unik selama periode Ramadan dan Lebaran. Di satu sisi, momentum ini memicu lonjakan permintaan pembiayaan, namun di sisi lain, potensi tekanan terhadap kualitas aset atau non-performing financing (NPF) juga turut membayangi. PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance) menyadari betul tantangan ini dan telah menyiapkan serangkaian strategi komprehensif untuk menjaga rasio kredit bermasalah tetap terkendali pasca-musim perayaan.

Nanang Kurniawan, Head of Regional SSD Jabodetabek 2 Adira Finance, mengakui bahwa secara historis, kualitas portofolio pembiayaan cenderung mengalami koreksi setelah Lebaran. "Trennya sih pasti ada koreksi. Dari tahun ke tahun memang ada penurunan kualitas. Tapi itu sudah kita antisipasi," ungkap Nanang dalam sebuah acara Media Gathering di Jakarta, Selasa (10/2). Ia menambahkan bahwa kenaikan NPF setelah Ramadan merupakan pola musiman yang sulit dihindari, namun Adira Finance bertekad untuk meminimalkan lonjakan tersebut melalui pendekatan proaktif.

Adira Finance Mitigasi Kenaikan NPF Pasca Lebaran
Gambar Istimewa : www.adira-multifinance.com

Strategi utama Adira Finance berfokus pada penguatan proses di hulu pembiayaan, dimulai dari analisis risiko yang lebih mendalam hingga edukasi nasabah. Proses pembiayaan tetap mengikuti standar baku, namun dengan penekanan pada pendalaman risiko yang lebih ketat. "Prosesnya tetap standar, tapi kita menganalisa lebih dalam. Baik dari proses internal maupun dari sisi risk management, supaya tetap sesuai compliance," jelas Nanang, menegaskan komitmen perusahaan terhadap prinsip kehati-hatian.

Aspek edukasi kepada nasabah juga menjadi pilar penting dalam manajemen risiko Adira Finance. Nanang menekankan urgensi kesadaran nasabah dalam mengelola kewajiban pembiayaan mereka, terutama mengingat kemudahan akses dan integrasi data kependudukan yang semakin canggih. "Jangan sampai mengambil kendaraan atau pinjam dana tanpa memikirkan angsurannya. Apalagi sekarang NIK nasabah sudah terkoneksi ke mana-mana," tegasnya, menyoroti pentingnya literasi keuangan di era digital.

Dengan implementasi strategi preventif dan edukatif ini, Adira Finance optimistis mampu mempertahankan kualitas pembiayaan yang sehat. Hingga akhir tahun 2025, rasio NPF perusahaan tercatat di bawah 2 persen, dan posisi saat ini masih berada pada level yang aman. Upaya mitigasi ini menunjukkan keseriusan Adira Finance dalam menjaga stabilitas finansial dan melindungi portofolio asetnya dari gejolak musiman.

Tinggalkan komentar

Related Post