KreAsik – 25 Agustus 2026 | Strategi jual Bitcoin mengalirkan $216 juta untuk dividen STRC, menegaskan posisi kas dan prospek pasar kripto dalam 2026 di tengah tekanan pasar!
Perusahaan Strategy, yang dikenal lewat kepemilikan Bitcoinnya, baru saja mengumumkan penjualan terbesar dalam beberapa tahun. Total 3.588 BTC, setara dengan sekitar US$216 juta, dijual dalam dua periode berturut-turut, mengurangi cadangan Bitcoin menjadi 843.775 BTC.
Penjualan dimulai pada Senin dan Selasa pekan lalu, di mana 1.363 BTC dipasarkan dengan harga rata-rata US$59.256 per koin. Selanjutnya, pada periode Rabu hingga Minggu, 2.225 BTC terjual dengan rata-rata US$60.773 per BTC. Total volume ini menandai langkah paling signifikan Strategy dalam mengelola aset digitalnya.
Baca Juga:
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Pada laporan Form 8‑K yang disampaikan kepada SEC, Strategy menegaskan bahwa dana hasil penjualan akan dialokasikan untuk membayar dividen saham preferen STRC serta memperkuat posisi kas. Sejak peluncuran kerangka pendanaan baru pada 29 Juni, perusahaan telah menyesuaikan struktur keuangannya, meningkatkan dividen tahunan STRC menjadi 12 persen dan mengumumkan cadangan kas sebesar US$2,55 miliar.
Berikut tabel ringkasan transaksi:
| Periode | Jumlah BTC | Harga Rata‑Rata (USD) | Nilai (USD) |
|---|---|---|---|
| Senin–Selasa | 1.363 | 59.256 | 80.7M |
| Rabu–Minggu | 2.225 | 60.773 | 135.3M |
| Total | 3.588 | 216M |
Meskipun dividen STRC kini mencapai 12 persen, saham preferen ini masih diperdagangkan di bawah nilai nominal. Pada perdagangan pra-pembukaan Senin, harga STRC berada di US$88,70, sekitar 11,3 persen di bawah target pari US$100. Kondisi ini membatasi kemampuan perusahaan untuk menarik investor baru melalui penerbitan STRC, sehingga strategi penjualan Bitcoin menjadi cara untuk menjaga likuiditas tanpa harus menurunkan harga saham.
Bernstein, firma riset keuangan, menilai bahwa penjualan ini masih jauh dari situasi krisis. Dengan cadangan kas yang cukup, perusahaan dapat menutupi kewajiban dividen dan bunga utang selama sekitar 17 bulan. Bernstein juga menyoroti bahwa Strategy masih menjadi pembeli bersih Bitcoin, peran penting yang menyeimbangkan tekanan jual di pasar, khususnya dari penambang AS yang beralih ke AI dan arus keluar dari spot Bitcoin ETF sebesar US$5,5 miliar pada 2026.
Secara struktur, total kewajiban Strategy hanya sekitar 13 persen dari nilai agunan Bitcoin yang dimiliki. Pembayaran pokok utang berikutnya tidak jatuh tempo hingga kuartal III 2028, memberi perusahaan ruang untuk mengelola likuiditas.
Dengan kondisi kas dan utang yang terkontrol, Bernstein tetap mempertahankan target harga Bitcoin sebesar US$150.000 pada akhir tahun. Meskipun demikian, penjualan ini tetap menjadi sorotan karena Strategy pernah menjadi pemegang Bitcoin korporasi terbesar. Setiap penjualan dapat memengaruhi persepsi investor terhadap strategi treasury perusahaan.
Kesimpulannya, penjualan 3.588 BTC oleh Strategy mencerminkan langkah proaktif dalam menyeimbangkan kebutuhan dividen dengan kebutuhan likuiditas. Dengan cadangan kas US$2,55 miliar dan posisi utang yang ringan, perusahaan berada di posisi yang kuat untuk menghadapi fluktuasi pasar, sementara dividen STRC yang meningkat menambah daya tarik bagi investor meski harga saham tetap di bawah nilai nominal.




