Raja Charles dan Ethel Caterham: Sejarah 117 Tahun yang Menginspirasi

Author Image

Terbit

21 Agustus 2026, 15:24 WIB

Raja Charles dan Ethel Caterham: Sejarah 117 Tahun yang Menginspirasi
Raja Charles dan Ethel Caterham: Sejarah 117 Tahun yang Menginspirasi

KreAsik – 21 Agustus 2026 | Raja Charles III kembali menjadi sorotan publik setelah kunjungan istimewa ke Ethel Caterham, warga tertua dunia yang baru berusia 117 tahun. Pertemuan tersebut terjadi pada September 2025, tepat setelah ulang tahun ke-116 sang ratu, dan menjadi momen bersejarah yang menghubungkan dua generasi monarki Inggris dengan tokoh yang telah menyaksikan tiga perang dunia.

Ethel Caterham tinggal di Hallmark Lakeview Care Home, Lightwater, Surrey. Lahir pada 1909, ia merupakan generasi terakhir yang pernah bertemu dengan Raja Edward VII sebelum sang raja meninggal pada 1910. Selama masa mudanya, ia bekerja sebagai au pair di India pada 1927, kemudian menikah dengan Norman, seorang letnan kolonel Angkatan Darat pada tahun 1931. Pasangannya menempati pos-pos militer di Gibraltar dan Hong Kong, di mana Ethel mendirikan sebuah taman kanak-kanak.

Sejak April 2025, setelah kepergian Sister Inah Canabarro Lucas, Ethel memegang gelar orang tertua yang masih hidup menurut Guinness World Records. Kehidupan panjangnya mencakup pengalaman unik, mulai dari mengemudi hingga bertahan dari Covid‑19 pada usia 110 tahun. Pada perayaan ulang tahun ke‑117, ia menghabiskan hari bersama keluarga, mengingat kembali pertemuan dengan Raja Charles yang memegang tangannya, serta mengungkapkan harapan untuk tahun mendatang.

Selain kisah pribadi Ethel, tema “king” juga muncul dalam berita internasional lain. Meghan Markle, Duchess of Sussex, dikabarkan menerima tawaran peran akting besar yang menjadi alasan utama kedatangan kembali pasangan kerajaan ke Inggris pada September mendatang. Meskipun tidak ada jabatan resmi yang diemban, kedatangan mereka menambah dinamika hubungan monarki dengan publik, terutama mengingat Raja Charles tengah berjuang melawan kanker.

Di dunia hiburan, film animasi Paw Patrol: The Dino Movie mendekati pencapaian box office global sebesar $100 juta, menyaingi film The King of Kings karya Angel Studios. Persaingan ini secara tidak langsung menyoroti penggunaan kata “king” dalam judul film yang menjadi perbincangan di kalangan penonton keluarga.

Sejarah perjuangan “king” tidak hanya terbatas pada monarki Barat. Pada Agustus 1741, Raja Marthanda Varma dari Kerajaan Travancore, India, berhasil mengalahkan Angkatan Laut Perusahaan Hindia Timur Belanda di pertempuran Colachel. Kemenangan ini menghentikan dominasi Belanda di pesisir selatan India dan menandai salah satu kemenangan militer paling signifikan yang jarang diajarkan di sekolah. Setelah kekalahan, Marthanda Varma mempekerjakan mantan komandan Belanda, Eustachius De Lannoy, yang kemudian mengubah struktur militer Travancore menjadi lebih modern.

Berbagai peristiwa di atas menunjukkan bagaimana istilah “king” tetap relevan dalam konteks sejarah, politik, hiburan, dan budaya populer. Dari kunjungan pribadi Raja Charles kepada orang tertua dunia, hingga strategi militer kerajaan India yang mengubah peta kolonial, serta persaingan film yang mengusung kata “king” dalam judulnya, semuanya menegaskan peran simbolik raja dalam narasi kolektif umat manusia.

Kesimpulannya, pertemuan antara Raja Charles dan Ethel Caterham tidak hanya menjadi momen emosional, melainkan juga memperkuat citra monarki yang tetap relevan di era modern. Sementara itu, kisah-kisah lain yang melibatkan kata “king” memperkaya pemahaman kita tentang pengaruh kepemimpinan dan simbolisme raja dalam berbagai bidang kehidupan.

Related Post

Terbaru