KreAsik – 01 Juli 2026 | Cleveland Federal Reserve President, Beth Hammack, menyatakan bahwa permintaan yang tak terkalahkan terhadap infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dapat berdampak inflasi. Hammack, yang merupakan anggota pemungutan suara Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) tahun ini, memperingatkan bahwa suku bunga mungkin perlu dinaikkan jika tekanan harga yang lebih luas tidak mereda.
Hammack menyatakan bahwa inflasi telah “terlalu tinggi” selama lima tahun terakhir. Jika hal ini terus berlanjut, ia menambahkan, Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga untuk mengembalikan inflasi ke target. “Ketika saya melihat kebijakan, jika itu terus berlanjut, mungkin berarti bahwa kita perlu suku bunga yang lebih tinggi untuk mengembalikan inflasi ke target,” Hammack mengatakan kepada CNBC.
Sementara itu, Hammack juga mengakui bahwa harga energi yang lebih tinggi telah menyumbang pada inflasi. Ia menekankan bahwa inflasi inti, yang tidak termasuk kategori makanan dan energi yang lebih volatil, juga tetap tinggi. Komentar Hammack sejalan dengan data ekonomi terbaru. Pengeluaran konsumen pribadi (PCE) inti, yang merupakan indikator inflasi yang dipilih oleh Federal Reserve, meningkat 3,4% year-over-year pada Mei. Ini merupakan pembacaan tahunan tertinggi sejak Oktober 2023.
Baca Juga:
Hammack juga mengidentifikasi pengeluaran AI sebagai salah satu kontributor potensial terhadap tekanan harga. “Apa yang mereka katakan adalah bahwa permintaan itu tak terkalahkan, bahwa perusahaan-perusahaan ini, hyperscalers, akan membayar hampir semua harga untuk input-input tersebut, dan mereka membutuhkan hal-hal yang dibangun kemarin,” katanya.
Permintaan AI yang tak terkalahkan ini dapat berdampak pada kenaikan inflasi, karena perusahaan-perusahaan tersebut bersedia membayar harga yang lebih tinggi untuk mendapatkan infrastruktur AI yang dibutuhkan. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa lainnya, karena biaya produksi meningkat.
Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan AI telah meningkat secara signifikan, karena lebih banyak perusahaan yang mengadopsi teknologi ini untuk meningkatkan efisiensi dan mengembangkan produk baru. Namun, permintaan yang tinggi ini juga dapat berdampak pada kenaikan inflasi, karena perusahaan-perusahaan tersebut bersedia membayar harga yang lebih tinggi untuk mendapatkan infrastruktur AI yang dibutuhkan.
Oleh karena itu, Fed perlu memantau situasi ini dengan seksama dan menyesuaikan kebijakan moneter untuk mengontrol inflasi. Jika inflasi terus meningkat, Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga untuk mengembalikan inflasi ke target.
Kesimpulan, permintaan AI yang tak terkalahkan dapat berdampak pada kenaikan inflasi, karena perusahaan-perusahaan tersebut bersedia membayar harga yang lebih tinggi untuk mendapatkan infrastruktur AI yang dibutuhkan. Oleh karena itu, Fed perlu memantau situasi ini dengan seksama dan menyesuaikan kebijakan moneter untuk mengontrol inflasi.




