Perang Iran-AS: Donald Trump Salahkan Dua Kelompok atas Kegagalan Perundingan

Author Image

Terbit

1 Juni 2026, 19:20 WIB

Perang Iran-AS: Donald Trump Salahkan Dua Kelompok atas Kegagalan Perundingan
Perang Iran-AS: Donald Trump Salahkan Dua Kelompok atas Kegagalan Perundingan

KreAsik – 01 Juni 2026 | Perang antara Iran dan Amerika Serikat semakin memanas setelah serangan udara AS pada situs militer Iran dan serangan balasan Iran pada pangkalan udara AS di Teluk Persia. Dalam situasi ini, mantan Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa dua kelompok, yaitu Partai Demokrat dan kritikus Partai Republik, menjadi hambatan dalam perundingan dengan Iran.

Trump mengungkapkan bahwa Iran benar-benar ingin mencapai kesepakatan, tetapi kritik dari dalam negeri membuat proses perundingan menjadi lebih sulit. Ia sebelumnya telah meminta revisi pada beberapa pasal yang terkait dengan program nuklir Iran dan verifikasi AS.

Perundingan antara AS dan Iran telah berlangsung selama beberapa minggu dan hampir mencapai kesepakatan. Namun, serangan udara AS pada situs militer Iran dan serangan balasan Iran pada pangkalan udara AS di Teluk Persia telah mempersulit proses perundingan. Kesepakatan yang diusulkan akan memerlukan Iran untuk membersihkan semua ranjau dari Selat Hormuz dalam waktu 30 hari dan berjanji tidak akan mengembangkan senjata nuklir.

Trump juga menyoroti bahwa kritik dari dalam negeri, termasuk dari Partai Demokrat dan kritikus Partai Republik, telah membuat proses perundingan menjadi lebih sulit. Ia menyatakan bahwa kritik tersebut tidak memahami bahwa proses perundingan memerlukan waktu dan kesabaran.

Sementara itu, harga minyak dunia telah terpengaruh oleh perang antara Iran dan AS. Harga minyak telah meningkat karena penutupan Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting untuk ekspor minyak. Perang ini juga telah mempengaruhi harga mata uang digital, termasuk Bitcoin.

Kesimpulan dari perang antara Iran dan AS masih belum jelas. Namun, satu hal yang pasti adalah bahwa perang ini telah mempengaruhi stabilitas keamanan dan ekonomi di kawasan Timur Tengah. Oleh karena itu, diperlukan upaya diplomatik yang lebih serius untuk menyelesaikan konflik ini dan mencapai kesepakatan yang menguntungkan bagi semua pihak.

Related Post

Terbaru