KreAsik – 26 Juni 2026 | Polandia baru-baru ini melakukan penangkapan besar-besaran terhadap gang SIM-swap yang diduga telah mencuri jutaan dolar dalam bentuk cryptocurrency. Penangkapan ini dilakukan oleh Central Bureau for Combating Cybercrime (CBZC) Polandia dengan bantuan dari FBI dan Homeland Security Investigations (HSI) Amerika Serikat.
Gang ini diduga telah melakukan serangan SIM-swap yang memungkinkan mereka mengakses akun cryptocurrency korban dan menguras aset digital di dalamnya. Mereka menggunakan teknik sosial engineering untuk mendapatkan akses ke sistem IT perusahaan yang bekerja sama dengan operator telekomunikasi, dan kemudian menggunakan akses tersebut untuk melakukan serangan SIM-swap.
Empat tersangka yang ditangkap dihadapkan pada tuduhan yang mencakup kegiatan kriminal terorganisir, pencurian melalui hacking sistem komputer, dan pencucian uang. Mereka saat ini berada dalam tahanan sementara dan dapat menghadapi hukuman penjara hingga 25 tahun jika terbukti bersalah.
Baca Juga:
Penangkapan ini menunjukkan kerja sama internasional yang erat dalam melawan kejahatan sibernya, terutama dalam kasus-kasus yang melibatkan cryptocurrency. FBI telah melaporkan bahwa kerugian akibat serangan SIM-swap di Amerika Serikat saja telah mencapai lebih dari $68 juta pada tahun 2021.
Gang ini juga diduga telah melakukan pencucian uang dengan menggunakan jaringan keuangan yang kompleks, termasuk akun bank pribadi di Polandia dan luar negeri, platform pembayaran, dan dompet cryptocurrency multi-mata uang. Total kerugian yang diderita akibat kegiatan ini diperkirakan mencapai puluhan juta zloty Polandia, atau beberapa juta dolar.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, dan kemungkinan akan ada penangkapan lebih lanjut seiring dengan perkembangan investigasi. Penangkapan ini menunjukkan komitmen kuat dari otoritas Polandia dan internasional untuk melawan kejahatan siber dan melindungi warga dari kegiatan kriminal yang merugikan.
Dalam beberapa tahun terakhir, kejahatan siber yang melibatkan cryptocurrency telah meningkat secara signifikan, dan kasus ini menunjukkan bahwa otoritas tidak ragu-ragu untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan tersebut. Dengan kerja sama internasional yang erat dan upaya penegakan hukum yang kuat, diharapkan dapat mengurangi kejahatan siber dan melindungi masyarakat dari kerugian yang lebih besar.




