KreAsik – 27 Mei 2026 | Paus Leo XIV baru-baru ini merilis ensiklik pertamanya yang menyerukan pengaturan internasional yang mengikat untuk kecerdasan buatan (AI), termasuk larangan langsung terhadap mesin yang membuat keputusan mematikan atau tidak dapat diubah.
Ensiklik yang berjudul ‘Magnifica Humanitas’ (Kemanusiaan yang Luar Biasa) ini memiliki panjang sekitar 43.000 kata dan dirilis pada tanggal 25 Mei. Dalam ensiklik tersebut, Paus Leo XIV memperingatkan bahwa pengembang AI terbesar adalah entitas swasta yang seringkali transnasional, dengan sumber daya yang melebihi banyak pemerintah.
Paus Leo XIV juga menekankan pentingnya memperlambatkan pengembangan AI dan memastikan bahwa teknologi ini dikembangkan dengan cara yang bertanggung jawab dan memperhatikan kepentingan umat manusia.
Baca Juga:
Anthropic, sebuah perusahaan AI, telah bekerja sama dengan Vatikan dalam upaya mengembangkan AI yang lebih aman dan bertanggung jawab. Co-founder Anthropic, Christopher Olah, telah menjadi pembicara di Vatikan dan mempresentasikan penelitiannya tentang keamanan AI.
Paus Leo XIV tidak menentang pengembangan AI secara keseluruhan, tetapi ia menekankan pentingnya mengembangkan teknologi ini dengan cara yang lebih lambat dan lebih bertanggung jawab.
Dalam ensikliknya, Paus Leo XIV juga menyoroti beberapa isu yang terkait dengan pengembangan AI, seperti disinformasi, peperangan otonom, dan pengangguran. Ia menyerukan perlunya kerangka hukum yang jelas dan pengawasan independen untuk memastikan bahwa AI dikembangkan dengan cara yang bertanggung jawab.
Ensiklik ‘Magnifica Humanitas’ ini merupakan langkah penting dalam upaya mengembangkan AI yang lebih aman dan bertanggung jawab. Dengan menyerukan pengaturan internasional yang mengikat dan memperlambatkan pengembangan AI, Paus Leo XIV berharap dapat memastikan bahwa teknologi ini dikembangkan dengan cara yang memperhatikan kepentingan umat manusia.
Kesimpulan dari ensiklik ini adalah bahwa pengembangan AI harus dilakukan dengan cara yang lebih lambat dan lebih bertanggung jawab, dengan memperhatikan kepentingan umat manusia dan memastikan bahwa teknologi ini dikembangkan dengan cara yang aman dan bertanggung jawab.




