KreAsik – 08 Juni 2026 | Kolombia sedang memasuki masa kampanye pemilu yang sengit, dan Presiden Gustavo Petro baru-baru ini membuat pernyataan yang sangat kontroversial. Dalam menanggapi artikel op-ed yang ditulis oleh kolomnis Felipe Zuleta Lleras dengan bantuan AI Gemini dari Google, Petro membalas dengan kata-kata "Heil Hitler" di media sosial.
Artikel op-ed tersebut mendukung kandidat sayap kanan Abelardo de la Espriella untuk pemilu presiden yang akan diadakan pada 21 Juni. Dalam artikel tersebut, Zuleta Lleras menyatakan bahwa ia menggunakan satu prompt Gemini untuk membangun kolomnya dan mendukung setiap kata yang ditulis.
Petro yang tidak dapat mencalonkan diri lagi karena batas masa jabatan, masih memiliki pengaruh besar dalam kampanye pemilu ini. Ia sebelumnya telah membuat perbandingan dengan Nazi, yang membuat Jerman dan Chile bereaksi keras. Kali ini, pernyataannya tentang "Heil Hitler" menuai kecaman dan dikritik sebagai antisemit dan tidak bertanggung jawab.
Baca Juga:
Di sisi lain, pendukung Petro berpendapat bahwa pernyataannya tersebut merupakan satire terhadap framing otoritarian dalam artikel op-ed tersebut. Namun, kontroversi ini juga memicu perdebatan tentang peran AI dalam jurnalisme dan kemampuan AI untuk mempengaruhi opini publik.
Kontroversi ini terjadi saat Kolombia sedang memasuki tahap akhir kampanye pemilu, di mana De la Espriella memimpin dengan 43,7% suara, diikuti oleh Iván Cepeda dengan 40,9% suara. Dua minggu terakhir sebelum pemilu akan sangat menentukan, dan pernyataan Petro ini dapat mempengaruhi hasil pemilu.
AI Gemini yang digunakan dalam artikel op-ed tersebut kini menjadi sorotan, terutama dalam konteks etika dan tanggung jawab dalam jurnalisme. Pertanyaan tentang seberapa jauh AI dapat mempengaruhi opini publik dan seberapa besar pengaruhnya dalam kampanye pemilu menjadi topik hangat yang diperdebatkan.
Dalam beberapa minggu terakhir, Kolombia akan menyaksikan apakah kontroversi ini akan mempengaruhi hasil pemilu atau tidak. Sementara itu, peran AI dalam jurnalisme dan kampanye pemilu akan terus menjadi topik perdebatan yang hangat.




