Solana RWA Melonjak 217 Persen Siap Tantang Ethereum

Ines Feree

Juli 16, 2025

3
Min Read
Solana RWA Melonjak 217 Persen Siap Tantang Ethereum

Kreasik — Solana, yang selama ini dikenal sebagai arena utama bagi meme coin dan inovasi DeFi, kini menunjukkan taringnya di sektor tokenisasi aset dunia nyata (RWA). Protokol ini mencatat lonjakan pertumbuhan fenomenal lebih dari 200% sepanjang tahun ini, menempatkannya di posisi terdepan dalam pasar RWA global dan berpotensi menggoyahkan dominasi pemain lama seperti Ethereum.

Lonjakan 217% dari Meme ke Aset Nyata

Solana RWA Melonjak 217 Persen Siap Tantang Ethereum
Gambar Istimewa : news.tokocrypto.com

Transformasi Solana dari sekadar ‘panggung meme’ menjadi pemain serius di ranah aset nyata terbukti dari kenaikan nilai RWA-nya yang mencapai 217% secara year-to-date. Data menunjukkan, nilai aset RWA di Solana meroket dari sekitar $173,8 juta pada Januari menjadi lebih dari $553,8 juta menjelang Juli. Angka ini jauh melampaui rata-rata pertumbuhan pasar RWA global yang ‘hanya’ sekitar 62% dalam periode yang sama, menegaskan momentum luar biasa yang dicapai Solana.

Posisi Strategis di Tengah Persaingan RWA

Meski Ethereum masih kokoh di puncak dengan total aset tokenisasi mencapai $7,7 miliar, Solana telah berhasil mengamankan posisi keempat dalam lanskap RWA global. Dengan pangsa pasar 3,9%, Solana membayangi Ethereum (58,4%), ZKsync Era (17,2%), dan Aptos (4%). Kendati secara volume absolut masih lebih kecil, kecepatan pertumbuhan Solana yang agresif menjadikannya pesaing yang patut diperhitungkan.

Protokol Unggulan: Ondo dan ONe Memegang Kendali

Dua protokol utama yang menjadi tulang punggung pertumbuhan RWA di Solana adalah Ondo Finance dan ONe. Keduanya secara kolektif menguasai aset RWA non-stablecoin hingga $277 juta, didorong oleh popularitas token seperti USDY dan berbagai produk dana yield U.S. Treasury. Khusus Ondo, aktivitas cross-chain-nya mencapai sekitar $2,7 juta per hari, memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan biaya jaringan Solana.

Daya Tarik Infrastruktur: Cepat, Murah, dan Ekosistem Solid

Keunggulan infrastruktur Solana menjadi kunci daya tariknya di sektor RWA. Berdasarkan analisis dari Messari dan RWAxyz, blockchain ini menawarkan throughput yang tinggi, biaya transaksi (gas) yang sangat efisien, serta ekosistem pengembang yang solid. Kombinasi ini menjadikan Solana platform yang ideal untuk tokenisasi berbagai aset dunia nyata, mulai dari saham, obligasi pemerintah (treasury), hingga ETF institusional.

Momentum Adopsi: Dompet Bertambah Signifikan

Momentum adopsi RWA di Solana juga terlihat jelas dari peningkatan signifikan jumlah dompet aktif. Dalam kurun waktu 30 hari terakhir, dompet unik yang menyimpan saham ter-tokenisasi di Solana melonjak drastis 684%, dari sekitar 7.400 menjadi lebih dari 58.000 dompet. Angka ini mengindikasikan bahwa daya tarik RWA di Solana tidak hanya terbatas pada institusi besar, melainkan juga merangkul partisipasi aktif dari investor ritel.

BlackRock Masuk Panggung: Validasi Institusional

Validasi institusional datang dari raksasa keuangan BlackRock, yang mengintegrasikan dana treasury ter-tokenisasi BUIDL miliknya ke jaringan Solana. Meskipun sebagian besar aset BUIDL masih bersemayam di Ethereum, Solana kini telah menerima aliran dana senilai lebih dari $25,2 juta. Langkah ini secara tegas memperkuat posisi Solana sebagai platform alternatif yang kredibel bagi ekosistem keuangan tradisional.

Secara keseluruhan, Solana telah berhasil bertransformasi dari sekadar ‘arena hiburan meme coin‘ menjadi pemain fundamental di ranah tokenisasi aset dunia nyata. Dengan pertumbuhan RWA lebih dari 217% sepanjang tahun, dukungan kuat dari dana institusional, dan ekosistem yang matang, blockchain ini kini secara serius menantang hegemoni Ethereum dan chain berfokus ZK. Meskipun tantangan seperti stabilitas jaringan dan kerangka regulasi masih perlu diatasi, momentum Solana di sektor RWA berpotensi membuka lembaran baru dalam adopsi blockchain secara global, menggeser fokus dari hype semata menuju utilitas nyata.

Tinggalkan komentar

Related Post