KreAsik – 02 Juni 2026 | Pavel Durov, pendiri Telegram, baru-baru ini mengumumkan bahwa mata uang asli TON (Telegram Open Network) akan berganti nama menjadi GRAM. Keputusan ini menandai perubahan yangnostalgis dan berorientasi pada masa depan untuk blockchain yang terintegrasi dengan Telegram.
Perubahan nama ini sebenarnya merupakan pengembalian ke nama asli yang digunakan pada whitepaper pertama Telegram pada tahun 2018. Pada saat itu, GRAM merupakan nama token yang digunakan dalam proyek TON yang berhasil mengumpulkan dana sebesar $1,7 miliar sebelum dihentikan oleh SEC pada tahun 2020.
Setelah proyek TON dihentikan, Telegram memutuskan untuk mengembalikan dana kepada investor dan melepas kode sumber proyek tersebut. Kemudian, komunitas pengembang melanjutkan proyek ini dengan nama Toncoin (TON) di bawah naungan TON Foundation.
Baca Juga:
Pengumuman Durov tentang perubahan nama TON Coin ke GRAM ini dipandang sebagai upaya untuk kembali ke akar proyek sekaligus memperkuat kontrol Telegram terhadap proyek tersebut.
Durov menyatakan bahwa perubahan ini merupakan langkah untuk "kembali ke akar" dan memulai babak baru untuk proyek TON.
Perlu dicatat bahwa nama blockchain TON tetap dipertahankan, dan hanya nama mata uang yang berubah menjadi GRAM. Perubahan ini tidak mempengaruhi saldo, staking, atau aplikasi DeFi yang ada.
Transisi ke GRAM diperkirakan akan memakan waktu sekitar tiga minggu dan merupakan langkah keempat dari tujuh langkah yang telah direncanakan dalam roadmap "Make TON Great Again" (MTONGA) yang dirilis oleh Durov.
Langkah-langkah sebelumnya dalam roadmap ini sudah meliputi beberapa peningkatan besar, seperti Catchain 2.0 untuk mencapai finalitas dalam waktu kurang dari satu detik, pengurangan biaya transaksi hingga enam kali lipat, dan Telegram menjadi validator terbesar di jaringan TON dengan miliaran TON yang dipertaruhkan.
Harga Toncoin (TON) sebelumnya telah melonjak sekitar 23-100% setelah Durov mengumumkan pengambilalihan proyek pada bulan Mei, dengan harga mencapai sekitar $2,80 dalam waktu singkat.
Perubahan nama ke GRAM diharapkan dapat menambah bobot simbolis dan kemudahan pengenalan bagi sekitar 1 miliar pengguna Telegram, sehingga meningkatkan utilitas dalam Mini Apps, pembayaran, dan alat kreator.
Dengan Telegram yang memimpin pengembangan, diharapkan akan ada peningkatan pada alat pengembang, perubahan pada situs ton.org, peningkatan TON Pay, dan jembatan likuiditas Bitcoin dalam beberapa minggu mendatang.
Perubahan nama ini juga diharapkan dapat membuka jalan bagi adopsi mainstream, sehingga memposisikan GRAM sebagai mata uang kripto yang mudah digunakan dalam aplikasi messaging terkemuka di dunia.
Perubahan ini tentunya membawa dampak positif bagi ekosistem TON dan memperkuat posisi GRAM sebagai salah satu mata uang kripto yang paling menjanjikan di pasar saat ini.




