Kalshi CEO: Polymarket Bukan Musuh Utama, Tiga Ancaman Besar Mengancam

Author Image

Terbit

18 Juni 2026, 09:19 WIB

Kalshi CEO: Polymarket Bukan Musuh Utama, Tiga Ancaman Besar Mengancam
Kalshi CEO: Polymarket Bukan Musuh Utama, Tiga Ancaman Besar Mengancam

KreAsik – 18 Juni 2026 | Kalshi, sebuah platform prediksi pasar yang berbasis di Amerika Serikat, telah menjadi salah satu pemain utama di industri ini. Namun, CEO Kalshi, Tarek Mansour, tidak melihat Polymarket sebagai musuh utamanya. Menurut Mansour, Polymarket bukanlah ancaman besar bagi Kalshi, tetapi tiga ancaman lain yang lebih besar mengancam keberlangsungan platform tersebut.

Mansour mengatakan bahwa CME Group, sebuah perusahaan jual beli saham dan derivatif, adalah salah satu musuh utama Kalshi. CME Group telah meluncurkan FanDuel Predicts, sebuah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk memainkan kontrak acara pada hasil olahraga dan data ekonomi.

Selain CME Group, Mansour juga menyebut Robinhood sebagai musuh utama Kalshi. Robinhood telah membangun hub prediksi pasar di platform miliknya sendiri pada tahun 2025 dan telah mulai mengarahkan beberapa kontrak World Cup dan baseball ke Rothera, platform yang dimiliki oleh Susquehanna.

Mansour juga menyebut beberapa perusahaan lain seperti DraftKings, Novig, dan Coinbase, yang telah memasuki pasar prediksi pasar dan membuat peringkat kedua sulit untuk diprediksi.

Polymarket masih bergantung pada platform offshore-nya, yang menarik volume perdagangan berat dari pengguna AS yang menggunakan VPN.

Mansour ingin Polymarket untuk datang ke di bawah payung regulasi. Ia mengatakan bahwa kasus insider trading di platform internasional Polymarket membawa stigma pada seluruh industri.

Bahkan, Mansour mengatakan bahwa perluasan platform Polymarket ke AS akan membuat perbedaan besar pada industri ini.

Namun, tidak semua ahli setuju dengan pendapat Mansour. Beberapa ahli percaya bahwa Polymarket masih memiliki potensi untuk berkembang dan menjadi pemain utama di industri ini.

Sebuah peraturan baru yang diusulkan oleh Komisi Perdagangan Komoditas (CFTC) juga akan memberikan kesempatan bagi platform prediksi pasar untuk berkembang. Peraturan ini akan memungkinkan kontrak olahraga, tetapi akan melarang kontrak dalam-game, kontrak keputusan hakim, dan kontrak olahraga sebelum universitas.

Dengan demikian, Kalshi akan tetap menjadi pemain utama di industri ini, tetapi Polymarket masih memiliki potensi untuk berkembang dan menjadi pemain utama lainnya.

Related Post

Terbaru