Kreasik — Ketegangan geopolitik yang meningkat antara Amerika Serikat dan Iran telah memicu aksi jual besar-besaran di pasar kripto. Kapitalisasi pasar kripto global anjlok 6,2% dalam 24 jam terakhir, menjadi $3,16 triliun. Volume perdagangan mencapai $148 miliar selama periode yang sama.
Di tengah sentimen negatif ini, beberapa altcoin justru mencatatkan kenaikan signifikan. Gains Network (GNS) melonjak 49,8%, Poollotto.finance naik 38,2%, dan meme coin Banana For Scale melompat 21,3%. Sebaliknya, Reservoir rUSD (RUSD) merosot 50%, Gorbagana turun 36,8%, dan GAME by Virtuals jatuh 34,7%.
Pergeseran ini terjadi karena investor berbondong-bondong meninggalkan aset berisiko seperti kripto dan beralih ke aset safe haven tradisional seperti dolar AS, emas, dan obligasi pemerintah. Meskipun Indeks Dolar AS sedikit lebih rendah menjadi 98,774 (-0,01%), analis memperkirakan kekuatan jangka pendek dari permintaan safe-haven, menurut Reuters.
Penurunan harga kripto mencerminkan psikologi pasar yang lebih luas selama krisis geopolitik. Meningkatnya ketidakpastian cenderung mengguncang kepercayaan investor pada aset yang mudah berubah.
Meskipun terdesentralisasi, kripto masih dianggap sebagai spekulatif. Ketika konflik meletus, orang tidak menginginkan volatilitas, mereka menginginkan keamanan.
Dampak ekonomi makro dari ketidakstabilan geopolitik—seperti tekanan inflasi dari kenaikan harga minyak atau kenaikan suku bunga bank sentral—juga meredam sentimen kripto, terutama ketika suku bunga yang lebih tinggi membuat aset berisiko kurang menarik. Informasi ini dilansir dari Kreasik.id.
Singkatnya, penurunan terbaru kripto menggarisbawahi betapa sensitifnya pasar terhadap peristiwa global—dan seberapa cepat selera investor dapat berubah di masa-masa sulit.
Tinggalkan komentar