Kreasik — Fidelity mencatat rekor impresif dengan melampaui BlackRock dalam perolehan arus dana (inflow) harian ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Pada 3 Juli, Fidelity Bitcoin ETF (FBTC) membukukan inflow sebesar US$237,13 juta, mengungguli iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock yang mencatatkan US$224,53 juta.
Dominasi FBTC ini melanjutkan tren positif sejak 2 Juli, di mana mereka menyerap US$183 juta dari total inflow US$408 juta ke seluruh ETF Bitcoin. Hingga 4 Juli 2025, FBTC telah mengumpulkan 199.493 BTC, bernilai lebih dari US$22 miliar, setara dengan 1,02% dari total suplai Bitcoin yang terbatas 21 juta koin.

Pertumbuhan agresif FBTC ini menjadi bagian dari tren akumulasi besar-besaran oleh investor institusional sepanjang kuartal kedua 2025. Secara keseluruhan, ETF telah menambahkan 111.411 BTC ke dalam portofolio mereka, meningkat 8% dibandingkan kuartal sebelumnya. Perusahaan publik seperti Strategy (sebelumnya MicroStrategy) bahkan mencatat pembelian lebih agresif dengan tambahan 131.000 BTC, meningkatkan kepemilikan mereka sebesar 18%.
Meskipun Fidelity unggul dalam inflow harian, BlackRock masih memimpin dalam total kepemilikan Bitcoin. IBIT saat ini menyimpan 692.887 BTC, setara dengan sekitar 3,3% dari total suplai Bitcoin. Data dari Fintel juga menunjukkan bahwa IBIT mencatat pertumbuhan pemegang institusional sebesar 9% di awal kuartal ketiga, sementara FBTC hanya tumbuh 2,6%. Hal ini mengindikasikan bahwa investor institusi besar seperti hedge fund dan endowment lebih memilih IBIT.
Secara umum, kepemilikan saham dan alokasi modal tampak menurun di awal kuartal ketiga, kemungkinan besar akibat strategi rebalancing atau diversifikasi portofolio di akhir kuartal.
Meskipun pembelian oleh ETF dan perusahaan publik seperti Strategy menunjukkan sentimen positif, permintaan ritel dan pasar spot belum mengalami peningkatan signifikan. Menurut CryptoQuant, permintaan riil Bitcoin saat ini hanya berada di angka 857.000 BTC, jauh lebih rendah dibandingkan total pembelian 748.000 BTC oleh ETF dan Strategy.
CryptoQuant menekankan bahwa kontraksi permintaan secara umum lebih besar daripada dampak positif dari pembelian institusi. Hal ini mengindikasikan bahwa lonjakan harga baru sulit terwujud jika hanya bergantung pada akumulasi institusi.
Disclaimer: Artikel ini disediakan hanya untuk tujuan informasi. Artikel ini bukan merupakan saran investasi atau saran trading. Investasi dalam mata uang kripto memiliki risiko tinggi. Lakukan riset Anda sendiri sebelum membuat keputusan investasi. Kreasik.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.
Tinggalkan komentar