KreAsik – 24 Mei 2026 | Fenwick & West, firma hukum yang pernah menjadi penasihat utama FTX, telah sepakat untuk membayar $54 juta untuk menyelesaikan tuntutan pelanggan FTX. Tuntutan tersebut menyatakan bahwa firma hukum tersebut membantu memungkinkan kecurangan senilai $8 miliar yang dilakukan oleh FTX.
Penyelesaian ini masih memerlukan persetujuan dari pengadilan dan merupakan bagian dari upaya untuk menyelesaikan tuntutan yang diajukan oleh pelanggan FTX. Litigator David Boies, yang mewakili para penggugat, menyatakan bahwa kesepakatan ini adalah wajar dan akan menghemat waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk proses litigasi yang panjang dan kompleks.
Fenwick & West sebelumnya telah membantah tuntutan tersebut, dengan menyatakan bahwa mereka tidak memiliki pengetahuan tentang kecurangan yang dilakukan oleh FTX. Firma hukum tersebut juga menyatakan bahwa mereka telah melakukan pekerjaan hukum dengan integritas dan tidak melakukan kesalahan apapun.
Baca Juga:
Penyelesaian ini merupakan bagian dari gelombang kedua tindakan hukum yang terkait dengan kebangkrutan FTX. Sebelumnya, telah ada beberapa gugatan yang diajukan terhadap mantan eksekutif dan mitra FTX. FTX sendiri telah membayar lebih dari $5 miliar kepada kreditor sebagai bagian dari rencana pemulihan yang terstruktur.
Pendiri FTX, Sam Bankman-Fried, telah dijatuhi hukuman 25 tahun penjara karena mencuri $8 miliar dari pelanggan FTX. Ia telah mengajukan banding terhadap vonis tersebut.
Penyelesaian ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan yang terkait dengan FTX mulai mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan tuntutan yang diajukan oleh pelanggan FTX. Namun, masih banyak tuntutan yang belum diselesaikan, dan proses litigasi yang panjang dan kompleks masih akan berlanjut.
Kesimpulan dari penyelesaian ini adalah bahwa perusahaan-perusahaan yang terkait dengan FTX harus bertanggung jawab atas tindakan mereka dan membayar ganti rugi kepada pelanggan yang telah dirugikan. Penyelesaian ini juga menunjukkan bahwa proses litigasi yang panjang dan kompleks dapat dihindari dengan mencapai kesepakatan yang wajar dan adil.




