Bitcoin Berpotensi Alami Lonjakan Volatilitas

Ines Feree

Agustus 13, 2025

2
Min Read
Bitcoin Berpotensi Alami Lonjakan Volatilitas

Kreasik — Setelah sempat menguat di akhir pekan, harga Bitcoin (BTC) menunjukkan sinyal pelemahan. Namun, analisis teknikal dari seorang trader terkemuka mengindikasikan potensi kenaikan harga hingga mencapai US$130.000 dalam beberapa minggu mendatang.

Trader dengan akun X “StockMoney Lizards” menyoroti bahwa kenaikan harga pada hari Minggu terjadi dengan volume perdagangan yang relatif rendah. Akibatnya, pasar merespons dengan aksi jual, mendorong harga kembali turun.

Bitcoin Berpotensi Alami Lonjakan Volatilitas
Gambar Istimewa : cryptoharian.com

Saat ini, titik harga penting (POC) berada di sekitar US$118.000, yang berfungsi sebagai support jangka pendek. Pada grafik 4 jam, Bitcoin masih bergerak di atas garis EMA200, sebuah indikator teknikal yang sering dianggap sebagai sinyal tren naik.

StockMoney Lizards menunjukkan “kotak merah” pada grafik, yang menggambarkan zona pergerakan harga saat ini. Zona ini diperkirakan akan bertahan hingga terjadi lonjakan volume yang signifikan yang memicu breakout ke salah satu arah.

“Dalam jangka menengah, BTC kemungkinan besar akan breakout menuju US$130 ribu dalam beberapa minggu ke depan,” ujar StockMoney Lizards. Selain itu, bulan September dan Oktober secara historis cenderung memberikan sentimen positif bagi Bitcoin.

Dalam analisis jangka panjang, StockMoney Lizards membagikan grafik makro Bitcoin sejak 2012, yang menunjukkan pola historis pergerakan harga yang selalu diikuti oleh lonjakan signifikan. Meskipun ia mengakui bahwa perbandingan pola historis mungkin tidak sepenuhnya relevan mengingat adopsi Bitcoin yang semakin luas, pola tersebut tetap memberikan perspektif yang menarik.

“Meskipun sudah naik sekitar 700 persen, gelombang besar yang biasanya membuat semua orang membicarakan Bitcoin belum terjadi,” kata StockMoney Lizards. Ia menambahkan bahwa ekosistem kripto, termasuk instrumen seperti kontrak berjangka dan ordinals, masih membuka peluang untuk terjadinya reli besar.

Untuk prospek harga, StockMoney Lizards memperkirakan skenario dasar Bitcoin berada di kisaran US$180.000 – US$200.000 pada awal 2026. Sementara untuk skenario bullish, harga bisa menembus di atas US$300.000. “Intinya, saya melihat harga akan bergerak lebih tinggi,” pungkas StockMoney Lizards.

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan saran investasi atau trading. Investasi dalam mata uang kripto memiliki risiko tinggi. Lakukan riset sebelum berinvestasi. Kreasik.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.

Tinggalkan komentar

Related Post