Kreasik — Kenaikan biaya hidup yang terus melambung memaksa masyarakat Indonesia untuk memutar otak dalam mengelola keuangan pribadi. Survei terbaru dari YouGov mengungkap fakta bahwa lebih dari separuh masyarakat Indonesia kini hidup dengan mengandalkan utang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Temuan ini didasarkan pada survei daring terhadap 2.067 responden dewasa yang representatif secara nasional. General Manager YouGov Indonesia, Edward Hutasoit, menjelaskan bahwa studi ini menggambarkan bagaimana masyarakat berjuang di tengah stagnasi pendapatan dan peningkatan pengeluaran selama setahun terakhir.

Kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi makro juga turut memengaruhi perilaku finansial masyarakat. Survei YouGov pada April 2025 menunjukkan bahwa 66% responden menempatkan ekonomi sebagai kekhawatiran utama, meningkat signifikan sepanjang tahun. Isu kebijakan dan keamanan pekerjaan juga menjadi perhatian serius.
Untuk mengatasi tekanan biaya hidup, pinjaman menjadi solusi utama. Lebih dari separuh responden (54%) mengambil pinjaman dalam 12 bulan terakhir. Milenial (59%) dan Gen X+ (58%) menjadi kelompok yang paling banyak memanfaatkan pinjaman. Sumber pinjaman digital dan informal semakin populer, dengan 36% responden mengaku lebih sering menggunakan pinjaman online atau menjual aset.
Selain itu, peningkatan penggunaan kartu kredit (28%), layanan Pay Later (27%), dan pinjaman dari keluarga atau teman (27%) juga tercatat.
Dalam berinvestasi, emas tetap menjadi pilihan utama bagi 47% responden lintas generasi. Milenial cenderung memilih emas dan instrumen rendah risiko, sementara Gen Z lebih tertarik pada pasar modal (34%). Preferensi investasi juga sangat dipengaruhi oleh tingkat pendapatan. Kelompok berpenghasilan tinggi lebih memilih emas, pasar modal, dan properti, sementara kelompok berpenghasilan rendah cenderung menghindari risiko tinggi dan fokus pada emas.
Tinggalkan komentar