Kreasik — PT Bank DBS Indonesia memperkuat komitmennya dalam ekosistem pembiayaan digital dengan meningkatkan fasilitas pendanaan channeling kepada Kredivo menjadi Rp3 triliun. Langkah strategis ini menegaskan kolaborasi jangka panjang kedua entitas, sekaligus menjadi pendorong utama dalam memperluas jangkauan kredit ritel di tengah lonjakan permintaan pasar yang signifikan.
Sejak kemitraan dimulai pada tahun 2020 dengan pendanaan awal Rp300 miliar, limit ini terus meningkat secara progresif: Rp500 miliar, lalu Rp1 triliun pada 2021, Rp2 triliun pada 2022, hingga proyeksi mencapai Rp3 triliun pada akhir 2025. Kenaikan signifikan ini mencerminkan performa penyaluran kredit Kredivo yang konsisten dan adaptif terhadap dinamika pasar. Bagi Bank DBS Indonesia, tambahan modal ini krusial untuk memperluas ekosistem kredit ritel melalui solusi finansial yang lebih inklusif dan relevan.

Direktur Consumer Banking Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom, menyoroti pentingnya langkah ini. "Di tengah akselerasi transformasi digital sektor keuangan, kami berupaya mendukung masyarakat untuk ‘Live more, Bank less’ dengan memastikan akses kredit digital tidak hanya mudah, namun juga membantu mereka mengelola kebutuhan sehari-hari secara nyaman, fleksibel, dan praktis," jelas Gultom dalam keterangan resminya.
Dari sisi Kredivo, suntikan dana ini menjadi katalisator penting untuk ekspansi layanan ke kota-kota tier 2 dan 3. Wilayah-wilayah ini, yang kerap menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kredit formal perbankan, menyimpan potensi pertumbuhan ekonomi yang masif. Data dari Laporan Perilaku Pengguna PayLater Indonesia 2024 mengindikasikan bahwa 53,6 persen pengguna Kredivo berasal dari area tersebut, menegaskan tingginya adopsi dan kebutuhan akan solusi kredit digital. Tren ini juga sejalan dengan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menunjukkan pertumbuhan pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) oleh perusahaan pembiayaan sebesar 68,61 persen secara tahunan (yoy) pada November 2025, mencapai nilai Rp11,24 triliun.
Co-Founder dan President Director Kredivo Indonesia, Umang Rustagi, menegaskan bahwa inisiatif ini selaras dengan visi perusahaan untuk menjangkau 20 juta pengguna di seluruh Indonesia dalam beberapa tahun mendatang. "Dengan dukungan pendanaan ini, kami dapat mengakselerasi ekspansi dan menyediakan akses kredit yang lebih inklusif bagi jutaan masyarakat Indonesia," ujar Umang. Ia menambahkan, pendanaan tersebut akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan esensial masyarakat, mulai dari kebutuhan harian, kesehatan, pendidikan, hingga mendukung kebutuhan produktif.
"Kolaborasi antara Bank DBS Indonesia dan Kredivo yang telah terjalin hampir enam tahun ini merupakan bukti nyata bahwa sinergi antara bank konvensional dan platform kredit digital memegang peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital nasional," pungkas Umang.
Tinggalkan komentar