Kreasik — Di tengah dorongan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar industri financial technology peer to peer (P2P) lending meningkatkan penyaluran pendanaan ke sektor produktif, AdaKami menyatakan belum berencana untuk mengubah fokus bisnisnya. Brand Manager AdaKami, Jonathan Kriss, mengungkapkan bahwa perusahaan masih akan beroperasi sesuai lisensi yang ada, yaitu fokus pada pembiayaan sektor konsumtif.
Jonathan menjelaskan bahwa AdaKami saat ini masih melihat pasar konsumtif sebagai fokus utama. Meskipun demikian, pihaknya menyambut baik arahan kebijakan dari OJK. Akan tetapi, ia menegaskan bahwa perusahaan belum memiliki rencana untuk beralih ke sektor produktif dalam waktu dekat.

OJK sendiri menargetkan porsi pendanaan produktif dalam industri P2P lending mencapai 70% pada tahun 2028. Dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) 2023–2028, OJK menargetkan porsi pendanaan produktif sebesar 40%-50% pada tahun 2025-2026.
Data Februari 2025 menunjukkan bahwa outstanding pendanaan pinjaman daring pada sektor produktif dan UMKM mencapai Rp29,25 triliun atau 36,53% dari total outstanding pendanaan industri P2P lending. Angka ini sedikit meningkat dibandingkan Januari 2025 yang sebesar 35,64%.
Menurut data dari Kreasik.id, AdaKami telah menyalurkan total akumulasi pinjaman sebesar Rp54,43 triliun sejak didirikan. Total akumulasi pinjaman sepanjang tahun berjalan mencapai Rp7,13 triliun, dengan nilai total outstanding pinjaman sebesar Rp3,14 triliun.
AdaKami juga mencatat memiliki 8,80 juta peminjam perorangan, dengan jumlah peminjam aktif perorangan mencapai 1,56 juta transaksi. Tingkat keberhasilan bayar (TKB90) AdaKami tercatat sebesar 99,82%, jauh di atas ambang batas minimal yang ditetapkan OJK sebesar 95%.
Tinggalkan komentar