KreAsik – 17 Juli 2026 | Trump’s Teleprompter Operator Made $100,000 Betting on a President Who Ignores the Script, sebuah kasus yang menarik perhatian banyak pihak. Gabriel Perez, operator teleprompter Presiden Donald Trump, dilaporkan telah membuat lebih dari $100,000 dengan bertaruh pada apa yang akan dikatakan oleh Presiden sebelum kata-kata itu meninggalkan podium.
Latar Belakang Kasus
Perez telah mengoperasikan teleprompter Trump sejak 2016 dan saat ini sedang dalam pembicaraan penyelesaian dengan Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Ia bertaruh pada lebih dari satu lusin pidato Trump dalam tiga bulan, termasuk pidato State of the Union di bulan Februari. Namun, keunggulan Perez memiliki satu kelemahan, yaitu Trump sering meninggalkan skripnya, dan Perez diduga keluar dari taruhan di tengah pidato ketika kata-kata yang telah ditulis tidak pernah muncul.
Bagaimana Taruhan Pidato Bekerja
Kalshi, platform tempat Perez bertaruh, menjalankan pasar Mentions, di mana pedagang bertaruh pada apakah sebuah kata atau topik akan muncul dalam pidato publik. Perez memiliki skrip di tangannya, dan penyelidik mengatakan bahwa ia bertaruh pada pidato Trump, termasuk pidato di Detroit Economic Club. Trump sendiri pernah mengatakan bahwa ia sering keluar dari skrip, sehingga Perez harus berhati-hati dalam membuat taruhan.
Baca Juga:
Kasus Insider Trading
Kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang integritas pasar dan bagaimana mencegah insider trading. Kalshi telah mengadopsi beberapa langkah untuk mencegah insider trading, termasuk pemeriksaan risiko dan pemeriksaan pekerjaan. Namun, kasus Perez menunjukkan bahwa masih ada celah yang dapat dimanfaatkan oleh mereka yang memiliki akses ke informasi insider.
Trump’s Teleprompter Operator Made $100,000 Betting on a President Who Ignores the Script, sebuah kasus yang menarik perhatian banyak pihak, menimbulkan pertanyaan tentang integritas pasar dan bagaimana mencegah insider trading. Kasus ini juga menunjukkan bahwa masih ada celah yang dapat dimanfaatkan oleh mereka yang memiliki akses ke informasi insider, sehingga perlu dilakukan peningkatan kesadaran dan pengawasan untuk mencegah kasus serupa di masa depan.




