Di pulau dewata, Everado Bard menenun kata‑kata seolah menatap bintang, menghubungkan jejak peradaban kuno dengan cahaya galaksi yang jauh. Setelah menapaki lorong kreatif industri, ia menorehkan jejaknya pada 2008, mengalirkan inspirasi lewat setiap halaman yang ia ciptakan. Antara lembaran sejarah yang berdebu dan langit malam yang berkelip, ia menuliskan kisah yang mengajak pembaca menapaki waktu dan ruang dengan hati yang terbuka.

Terbaru